Rembang, Rembangnews.com – Angka stunting di Kabupaten Rembang menunjukkan tren penurunan, dari 15,8 persen berdasarkan SSGI 2024 menjadi 12,8 persen saat ini.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang pun mengapresiasi peran bidan yang turut mendukung kesehatan masyarakat termasuk dalam penurunan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB) di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofii mengatakan bahwa bidan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus menjadi ujung tombak dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Rembang.
“Peran bidan sangat besar dalam menurunkan AKI, AKB, dan stunting. Dalam dua tahun terakhir, AKI dan AKB menunjukkan tren yang semakin baik. Jika lima tahun lalu angka kematian ibu masih di atas 10 kasus, pada tahun 2025 tercatat hanya lima kasus, terendah sepanjang sejarah Kabupaten Rembang,” ujarnya.
Selain angka stunting yang turun, angka kematian bayi juga turu menurun dan sudah berada di bawah 100 kasus per tahun.
Dinkes Rembang juga berfokus pada peningkatan layanan kesehatan primer lewat Posyandu. Bidan juga diharapkan berperdan dalam mengeliminasi tuberkulosis (TBC) serta pelaksanaan layanan Cek Kesehatan Gratis di masyarakat. (*)













