Hewan Terjangkit PMK Tidak Bisa Dijadikan Kurban

Rembang, Rembangnews.com – Pemerintah Kabupaten Rembang telah berupaya melakukan berbagai persiapan untuk pemotongan hewan kurban, jelang hari raya Idul Adha yang akan dilaksanakan hari Minggu besok.

Melalui Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan bahwa Dinas yang berkaitan persiapan pemotongan hewan kurban sudah melakukan monitoring dan sosialisasi ke masyarakat.

Ia mengungkapkan, meski ada wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pelaksanaan pemotongan  hewan kurban di Rembang kemungkinan aman dan bisa dilakukan pada hari Minggu besok.

“Insyaallah Minggu besok pelaksanaan pemotongan hewan kurban! aman bisa dilakukan. Meski masih terkendala PMK,” kata Hafidz saat ditemui Rembangnews.com, Jumat (08/07/2022).

Sementara itu, untuk hewan yang terkena wabah PMK tidak bisa digunakan untuk hewan kurban. Hal ini untuk mencegah penularan wabah PMK yang sekarang masih menjangkit hewan ternak khususnya sapi.

Baca Juga :   Penyusunan Dokumen Strategi Komunikasi Pencegahan Stunting Dikebut

“PMK tidak bisa dipakai untuk untuk kurban karenakan mencegah penularan wabah PMK,” ungkap Hafidz.

Meski demikian, penularan dan penyebaran wabah PMK pada minggu ini mengalami penurunan. Dari 5.000 kasus yang terjangkit, dan sembuh ada 2.000 lebih.

Dengan persentase kesembuhan kasus wabah PMK mencapai 47 persen. Sedangkan kematian hewan ternak tidak terlalu tinggi.

Semula kasus penyebaran wabah PMK sempat naik. Penularan hewan ternak yang terjangkit PMK tiap hari ada 100 sampai 200 sapi yang terkena.

“Semula kasus penyebaran wabah PMK sempat naik. Alhamdulillah minggu ini ada penurunan penyebaran kasus wabah PMK. Dari 5.000 kasus yang terjangkit, dan sembuh ada 2.000 lebih,” ungkapnya. (*)

Baca Juga :   Peringatan Hari Bela Negara, Bupati Hafidz: Ini Momentum Tingkatkan Semangat Bela Negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *