Rembangnews.com – Penipuan atau scam meningkat selama Ramadan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun turun tangan.
Sejumlah upaya dilakukan salah satunya menertibkan perangkat pemancar ilegal atau fake base transceiver station (fake BTS).
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan bahwa perangkat tersebut dipakai pelaku untuk mengirimkan SMS palsu secara massal, sehingga seolah dari sumber resmi.
“Pertama kita harus memahami dulu bahwa namanya mau lebaran itu pasti scam akan bertambah. Termasuk fake BTS,” ujarnya dilansir dari Bisnis.com.
Mitigasi pun dilakukan tak hanya fokus pada penipuan daring namun juga penipuan lewat SMS dan WhatsApp.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja lewat platform yang terpercaya untuk mengantisipasi penipuan.
Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) sebelumnya menilai penipuan digital, fake call marak berkaitan erat dengan masih beroperasinya perangkat pemancar ilegal atau fake BTS.
“Mereka kan pakai fake BTS, mereka kan banyak fake BTS,” ujar Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir. (*)












