Dugaan Keracunan MBG di MAN 2 Rembang, Korban Jadi 88 Orang

Rembang, Rembangnews.com – Sebanyak 88 orang menjadi korban dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) terjadi di MAN 2 Rembang. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 29 pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, dr. Ali Syofi’i mengatakan bahwa dari 88 orang yang terdampak, sebanyak 36 orang menjalani rawat inap dan 52 orang rawat jalan.

“Update pasien dari MAN Lasem yang masuk UGD Puskesmas Lasem Rabu sampai jam 05.40 WIB, total pasien 88. Rinciannya 36 rawat inap dan 52 rawat jalan. Untuk yang rawat inap, ada tujuh pasien yang dirujuk ke rumah sakit, yaitu lima ke RSU, satu ke RS Bhina, dan satu ke RS PKU,” ujarnya dilansir dari Detik.

Baca Juga :   Satpol PP Rembang Sita 20 Ribu Batang Rokok Ilegal

Puskesmas Lasem pun sempat kewalahan sehingga pasien dipindahkan ke sejumlah rumah sakit.

“Pasien dirujuk karena kapasitas ruang rawat Puskesmas Lasem sudah overkapasitas,” ujarnya.

Kasi Informasi RSUD dr. R. Soetrasno, M. Nur Achdi Yustanto mengatakan bahwa korban mengalami sejumlah gejala diantaranya mual, pusing, nyeri perut, dan gangguan pencernaan.

“Kami merawat 23 pasien. 11 di antaranya rawat inap dan 12 rawat jalan. Mereka semuanya dari MAN 2 Rembang. Keluhannya sama; mual, pusing, nyeri perut, gangguan pencernaan,” ujarnya.

Kini kondisi para korban sudah mulai membaik. Penanganan medis pun terus dilakukan.

“Keseluruhan kondisi pasien sudah membaik. Ini karena Puskesmas Lasem over kapasitas ruang perawatan mungkin, kami kemarin diminta membantu merawat,” ujarnya.

Baca Juga :   Peresmian Laboratorium dan Perpustakaan MAN 2 Rembang, Menag RI Turut Hadir

Sementara itu, Pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngemplak, Lasem bersama mitra penyedia menyampaikan permintaan maaf.

Kepala Dapur SPPG Ngemplak, Raditya Ardi Pratama memastikan akan melakukan evaluasi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang terjadi. Kami sangat prihatin terhadap kondisi yang dialami oleh para pasien. Bersama pihak mitra, kami berkomitmen untuk bertanggung jawab dan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.

SPPG tersebut pun saat ini belum beroperasional. Pemerintah masih fokus melakukan penanganan pasien.

“Untuk hari ini sementara ini kami belum operasional lagi. Karena fokus penanganan para pasien yang kemarin,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *