Rembangnews.com – Viral ikan asin disemprot prestisida saat dikeringkan. Dalam video yang beredar, pria menyemprotkan prestisida ke ikan yang dijemur di pesisir.
Narasi video menyebut, penjual ikan asin menyemprotkan pestisida ke ikan-ikan yang dijemurnya. Belum diketahui di mana peristiwa itu terjadi. Aksi itu mendapat kecaman dari netizen.
Menanggapi hal itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan bahaya penggunaan prestisida dalam proses produksi ikan konsumsi.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan bahwa penggunaan prestisida memang mengurangi lalat. Namun ikan terkontaminasi dan zat kimia itu tak hilang.
“Karena kita tahu kandungannya itu kan banyak kimia-kimia yang berbahaya dan itu tidak hilang. Pada saat disemprot memang lalatnya terbang, tetapi setelah itu nanti ikan dimakan oleh rakyat kita, konsumen ini berbahaya,” ujarnya dilansir dari CNN Indonesia.
Ia menduga, nelayan atau orang yang menyemprotkan prestisida itu belum memiliki pemahaman yang baik tentang bahaya penggunaan prestisida untuk mengusir lalat.
Pihaknya sendiri mengaku akan bergerak untuk mengantisipasi peredaran ikan konsumsi yang disemprot prestisida.
Balai POM di daerah juga diminta untuk memberikan edukasi pada publik agar hal serupa tak terjadi.
“Yang kedua, kami berharap supaya itu jangan diedarkan karena itu berbahaya. Kami punya hak untuk menyita barang-barang UMKM ini, pelakunya,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menilai training perlu dilakukan untuk menjaga keamanan pangan.
“Karena satu prinsipnya Badan POM, bukan pangan kalau tidak aman. Jadi pangan, makanan harus aman,” ujarnya. (*)












