Pemkab Rembang Dorong Modernisasi Pertanian

Rembang, Rembangnews.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mendorong modernisasi pertanian.

Pemanfaatan teknologi pertanian di Rembang sendiri saat ini sudah diterapkan di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori dan terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan secara signifikan. Dimana dalam satu musim tanam, petani bisa meraih keuntungan hingga Rp30 juta per hektare.

Alat mesin pertanian (alsintan) modern yang digunakan difasilitasi oleh pemerintah berupa combine harvester, transplanter roda empat, serta drone untuk penyemprotan pupuk dan pestisida.

Dengan penggunaan alsintan tersebut, bisa meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus mendongkrak produktivitas hasil panen.

Ketua Kelompok Tani Budi Luhur Desa Mojorembun, Karyono mengungkapkan, produksi padi per hektare mencapai 6.700 kilogram. Dengan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp7.100 per kilogram, total pendapatan kotor petani mencapai Rp47.570.000.

Baca Juga :   Wisatawan Pantai Pasir Putih Wates Diimbau Perhatikan Cuaca Saat Berkunjung

“Biaya produksi satu hektare sekitar Rp17.512.000. Setelah dikurangi biaya tersebut, petani memperoleh keuntungan Rp30.038.000. Alhamdulillah, petani modern sekarang penghasilannya bisa setara sekitar Rp7,5 juta per bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Rembang H Harno berpesan agar alsintan yang diberikan dijaga dengan baik.

“Saya yakin ke depan semua desa akan tercukupi kebutuhan alsintannya, karena setiap tahun pemerintah memberikan bantuan. Saya minta alsintan yang sudah diberikan dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Normalisasi jaringan irigasi juga bakal dilakukan sesuai usulan petani.

“Mana yang bisa ditangani daerah akan kita ambil. Kalau bisa masuk provinsi, kita dorong ke provinsi. Kalau pusat yang bisa masuk, kita kolaborasi,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *