Rembangnews.com – Sebanyak 11 ruas jalan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menjadi sasaran perbaikan hingga April 2026. Ada yang sudah selesai diperbaiki dan ada yang masih dalam proses pengerjaan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Rembang mengatakan bahwa perbaikan jalan dilakukan lewat anggaran pemeliharaan rutin dan fokus pada ruas jalan yang rusak yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Rembang, Nugroho mengatakan bahwa perbaikan jalan dimulai sejak Januari 2026.
“Tahun 2026 kami sudah mulai sejak bulan Januari. Artinya yang kami tangani itu melanjutkan. Jadi sejak Januari itu kami sudah mulai. Kalau saya hitung jumlah ruasnya sampai dengan saat ini itu ada 11 ruas jalan,” paparnya.
Perbaikan ruas jalan yang melanjutkan dari tahun sebelumnya diantaranya Wonokerto–Merayun, Sridadi–Padaran, Ngotet–Kabongan Kidul, serta Gedangan–Kumendung.
Kemudian pekerjaan perbaikan jalan yang baru meliputi ruas Mondoteko–Seren, Sridadi–Jambangan hingga Pantura Pasar Banggi, serta penanganan tambal sulam (patching) di wilayah perkotaan menjelang Lebaran lalu.
Kemudian perbaikan di ruas Kragan–Sedan yang mengalami retak, Japerejo–Pamotan, serta Sidorejo–Sedan yang saat ini mulai dikerjakan dari kawasan masjid menuju Pasar Sedan. Adapun satu ruas yang telah rampung adalah Tawangsari–Sidowayah.
“Jadi total 11 titik yang ditangani melalui anggaran pemeliharaan rutin. Kalau ruas Sendangasri baru mulai besok. Saat ini kami fokusnya nanti menyelesaikan Sendangasri,” paparnya.
Penanganan jalan akan dilakukan dengan konstruksi berlapis. Untuk ruas Japerejo–Pamotan, kualitas perbaikan akan ditingkatkan karena sering dilalui kendaraan berat.
Pemkab Rembang juga menyiapkan penanganan tambahan untuk wilayah timur dan barat Rembang termasuk jalan menuju Karas, Gandri ke Kumbo, dan pembentukan tim khusus untuk wilayah Barat yang akan mulai dari Desa Ngebrak.
Pemkab Rembang juga berencana melakukan penanganan jembatan di wilayah Nganguk yang kerap ambles.
Ruas jalan Tireman–Japerejo dan Landoh–Seren akan ditingkatkan melalui Program IJD. Kemudian Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026 akan dipakai untuk mendanai dua proyek yang akan dimulai sekitar Mei mendatang.
“DAK tahun ini ada dua pekerjaan jalan. Rencananya untuk ruas Banyuurip–Pamotan sampai Gunem, kemudian Kepohagung ke arah Kerep. Total DAK-nya sekitar Rp15 miliar,” jelasnya. (*)












