Rembang, Rembangnews.com – Tujuh desa dan dua kelurahan di Kabupaten Rembang telah mengajukan bantuan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang juga telah menyiapkan langkah penanganan melalui program penyaluran bantuan air bersih.
Sekretaris BPBD Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim mengatakan bahwa pengajuan bantuan air bersih juga datang dari lingkungan pendidikan, salah satunya SMP Negeri 3 Kragan untuk mendukung kebutuhan air bersih bagi aktivitas wudhu siswa dan guru.
“Bukan hanya dari desa, beberapa perumahan dan SMPN 3 Kragan juga mengajukan bantuan air bersih untuk menunjang kegiatan wudhu di lingkungan sekolah,” paparnya.
Pengajuan air bersih sudah berlangsung sejak sebulan lalu. BPBD sendiri saat ini masih mengurus administrasi dan regulasi sebagai dasar pelaksanaan darurat kekeringan.
“Begitu regulasinya selesai, penyaluran bantuan akan segera kami laksanakan agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” paparnya.
Anggaran yang disiapkan untuk mengatasi kekeringan mencapai Rp75 juta, khusus untuk kegiatan dropping air bersih.
Kolaborasi dengan berbagai pihak juga dilakukan termasuk perusahaan, BUMN, BUMD, organisasi sosial, dan forum masyarakat guna memperluas jangkauan bantuan apabila kebutuhan meningkat.
Sementara itu, masyarakat diimbau menggunakan air dengan bijak selama musim kemarau.
“Yang pasti mulai menghemat air. Untuk pertanian juga menanam tanaman yang tahan dalam kondisi minim air,” paparnya.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan kebakaran lingkungan yang kerap meningkat saat musim kemarau. BPBD mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah secara sembarangan.
“Jika melakukan pembakaran, harus diawasi dengan ketat dan dipastikan tidak menimbulkan api yang merambat ke area lain,” paparnya. (*)













