Rembang, Rembangnews.com – Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan bencana di Kabupaten Rembang, BPBD setempat menargetkan pembentukan 100 Desa Tangguh Bencana (Destana).
Melalui program ini, warga mendapat peningkatan kapasitas dalam mengenali potensi bencana, merespons kejadian secara cepat, serta melakukan pengurangan risiko secara berkesinambungan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Sri Jarwati mengatakan bahwa sudah ada sejumlah desa di Rembang yang ditetapkan menjadi Destana. Desa-desa tersebut juga telah menunjukkan perkembangan positif.
“Alhamdulillah, desa yang telah membentuk Destana mampu menangani kejadian bencana secara mandiri. Warga langsung melakukan kerja bakti dan langkah awal penanganan sebelum melaporkan kepada kami. Ini menunjukkan kapasitas dan kepedulian masyarakat semakin kuat,” ujarnya.
Pembentukan Destana pun menjadi prioritas. Target pembentukan 100 Destana pun telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rembang.
Diketahui, ada 130 desa rawan bencana dari 199 desa yang direkomendasikan membentuk Destana.
“Harapannya, semakin banyak desa yang tangguh, semakin kecil dampak bencana yang ditimbulkan. Kami mendorong kolaborasi pemerintah desa, relawan, dan masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan dari tingkat lokal,” jelasnya.
Sebagai informasi, Destana sudah dibentuk sejak 2018 dengan sasaran Desa Bendo, Kecamatan Sluke. Kemudian pada 2020, BPBD Provinsi Jawa Tengah memperluas cakupan dengan membentuk Destana di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Bulu.
Pembentukan berlanjut pada 2022, BPBD menetapkan 12 desa sebagai sasaran Destana, meliputi Desa Dowan (Kecamatan Gunem), Desa Bitingan (Sale), Desa Johogunung (Pancur), Desa Manggar (Sluke), dan Desa Lemah Putih (Sedan). Selain itu, tiga desa di Kecamatan Sumber yakni Desa Ronggomulyo, Kedungtulup, dan Sekarsari, serta empat desa di Kecamatan Kaliori yaitu Desa Kuangsan, Maguan, Wiroto, dan Meteseh.
Kemudian pada 2023, terbentuk 12 desa Destana. Dua desa dibentuk langsung oleh BPBD Kabupaten Rembang, yaitu Desa Criwik dan Banyuurip di Kecamatan Pancur. Sepuluh desa lainnya merupakan hasil kolaborasi BPBD Kabupaten dan Provinsi, meliputi desa-desa di Kecamatan Kaliori, Pancur, dan Sluke.
Pada 2024 dua desa ditetapkan jadi Destana yaitu Desa Dadapan (Sedan) dan Desa Sale (Sale). Tahun ini, BPBD kembali menetapkan dua Destana baru, yakni Desa Leran di Kecamatan Sluke dan Desa Sendangmulyo di Kecamatan Lasem.
Selain itu, Desa Punjulharjo (Kecamatan Rembang) ditetapkan sebagai Destana Mandiri, karena pembentukan dilakukan langsung oleh pemerintah desa tanpa menunggu fasilitasi BPBD. (*)












