Musim Kemarau, Petani Diimbau Perhitungkan Ketersediaan Air Sebelum Tanam

Rembang, Rembangnews.comSelama musim kemarau, petani di Kabupaten Rembang diimbau untuk memperhitungkan ketersediaan air terlebih dahulu sebelum tanam. Langkah itu diharapkan dapat meminimalisir terjadinya gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan bahwa wilayah Rembang selama lebih dari dua pekan ini hampir tak diguyur hujan. Padahal lahan petani seperti padi, tembakau, hingga palawija masih ada.

Pihak Dintanpan juga telah memberikan sosialisasi kepada para petani di Rembang untuk menyesuaikan pola tanam sesuai dengan sumber air yang tersedia.

“Secara umum kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada petani sehingga mereka bisa memperhitungkan kebutuhan air. Harapan kami, untuk tanaman yang memang membutuhkan banyak air, pastikan terlebih dahulu tersedia sumber air,” paparnya.

Baca Juga :   Ketersediaan Air Minim Saat Kemarau, Petani Usulkan Ada Embung di Setiap Areal Pertanian

Sementara itu, sejumlah embung di Rembang saat ini sudah mulai mengalami penyusutan bahkan ada yang mengering. Sehingga pengelolaan air mulai diatur.

“Kondisi embung-embung kita memang rata-rata sudah mulai surut, beberapa sudah mulai habis, ada yang masih bisa dimanfaatkan. Yang kami lihat, sudah ada pengaturan pengelolaan pemanfaatan air sesuai kebutuhan petani di masing-masing wilayah,” paparnya.

Sebagai solusi, Dintanpan berencana melaksanakan program embung partisipatif yang akan mulai pada awal Juli.

Kemudian, upaya lain untuk mendukung pasokan air adalah dengan bantuan sumur, pengembangan jaringan irigasi, serta program pendukung lainnya.

“Intervensi seperti bantuan sumur dalam, pembangunan irigasi, dan program lainnya kami harapkan dapat membantu petani menghadapi musim kemarau,” tambah Agus.

Baca Juga :   Petani di Tegalan Gunung Buthak Hadapi Ancaman Kera

Ia menambahkan, sejumlah wilayah perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki keterbatasan sumber air, antara lain Kecamatan Pancur, Sulang, dan Bulu. Sementara Kecamatan Kaliori dan Sumber dinilai relatif lebih terbantu dengan keberadaan sumber-sumber air yang masih tersedia.

“Kalau kemarau hampir merata di Rembang. Hanya saja Kaliori dan Sumber sudah cukup banyak memiliki sumber air. Sedangkan Pancur, Sulang, dan Bulu harus benar-benar memperhatikan ketersediaan air sebelum menanam,” pungkasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tanaman yang rentan selama musim kemarau salah satunya adalah padi, karena memerlukan pasokan air yang banyak. Sedangkan tembakau dan tanaman palawija relatif lebih tahan dalam kondisi kering.

“Kalau untuk padi yang memang butuh air banyak, itu yang nanti paling berisiko. Tetapi untuk tembakau dan sejenisnya, kebutuhan air pada bulan pertama dan kedua tidak terlalu besar sehingga relatif lebih kuat,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *