Benarkah Penyakit X Lebih Bahaya dari Covid?

Rembangnews.comWHO beberapa waktu lalu mengabarkan tentang penyakit misterius bernama X yang diperkirakan akan menjadi kekhawatiran baru dunia.

Penyakit X diperkirakan akan lebih bahaya daripada Covid-19.

Apakah benar? Berikut penjelasannya!

X sendiri merupakan istilah hipotetis yang diadopsi oleh WHO untuk merujuk pada beberapa penyakit menular misterius yang terjadi saat ini dan berpotensi menyebabkan epidemi jika menyebar ke beberapa negara atau benua menjadi pandemi.

Istilah “Penyakit X” sendiri sudah ada sebelum adanya pandemi Covid-19. Penyakit ini masuk dalam daftar penyakit prioritas yang dikeluarkan WHO pada Februari 2018.

Pakar kesehatan khawatir pandemi besar berikutnya akan segera terjadi dan bisa menjadi lebih serius dibandingkan pandemi virus corona yang menyebabkan pandemic Covid-19.

Baca Juga :   Waspada Penyakit yang Menyerang Anak-anak Saat Musim Hujan

Meskipun Penyakit X belum diketahui keberadaannya saat ini, para peneliti, ilmuwan, dan pakar berharap dapat secara proaktif membuat rencana tindakan untuk memerangi virus tersebut dan mempersiapkan sistem kesehatan mereka jika menghadapi pandemi.

Pada tahun 2022, WHO meluncurkan proses ilmiah global untuk memperbarui daftar patogen yang berpotensi mematikan.

Diketahui, lebih dari 200 ilmuwan dari 53 negara bergabung dalam upaya untuk mengevaluasi secara independen 30 keluarga virus.

Dalam penelitiannya, patogen X dikhawatirkan memiliki kemampuan untuk memicu pandemi global yang parah.

“Ada jenis virus yang memiliki tingkat kematian sangat tinggi yang dapat mengembangkan kemampuan untuk menularkan secara efisien dari manusia ke manusia,” kata Dr Amesh Adalja dari Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins dikutip dari CBS News.

Baca Juga :   Bahaya Penyakit Campak, Dapat Sebabkan Kematian

WHO mengatakan bahwa virus ini mencerminkan pemahaman bahwa epidemi internasional yang serius dapat dipicu oleh patogen yang saat ini masih tidak diketahui.

Para ahli menyatakan bahwa patogen mematikan seperti penyakit X, yang kemungkinan besar merupakan virus pernafasan, dapat beredar di antara spesies hewan dan belum menular ke manusia. Oleh karena itu, interaksi antara manusia dan hewan dianggap sebagai faktor kunci dalam penyebaran potensial virus tersebut.

Meskipun penyakit X bersifat hipotetis, konsep tersebut mencerminkan ancaman yang sangat nyata dan terus meningkat terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu, dunia diharapkan mempersiapkan diri dalam merespons potensi munculnya penyakit tersebut.

Penyakit X yang terbaru adalah virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19. Meskipun tidak dapat diprediksi kapan atau di mana penyakit X berikutnya akan muncul, yang pasti adalah keberadaannya dan kemungkinan menular dari hewan ke manusia serta menyebabkan wabah penyakit di masa depan.

Baca Juga :   WHO Minta Ada Aturan untuk Vape Layaknya Rokok Konvensional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *